Banyak penulis pemula bersemangat langsung menerbitkan naskahnya begitu selesai ditulis. Sayangnya, ada beberapa kesalahan umum yang sering bikin proses penerbitan jadi molor atau hasilnya kurang maksimal.
1. Tidak membuat outline
Naskah yang ditulis tanpa kerangka jelas biasanya butuh lebih banyak revisi struktur di tahap editorial, karena alur cerita atau argumen belum konsisten dari awal.
2. Melewatkan proofreading mandiri
Sebelum masuk ke tim editorial, sebaiknya naskah dibaca ulang minimal sekali oleh penulis sendiri. Ini membantu menangkap typo dan kalimat yang janggal lebih awal.
3. Lupa cek plagiarisme
Baik disengaja maupun tidak, kutipan atau parafrase yang terlalu mirip sumber asli bisa jadi masalah di kemudian hari — terutama untuk naskah non-fiksi atau akademik.
4. Terlalu lama menunda cover design
Cover bukan cuma hiasan — ini yang pertama kali dilihat calon pembaca. Sebaiknya mulai diskusi soal gaya cover sejak naskah masuk tahap formatting, bukan di akhir.
5. Tidak punya rencana distribusi
Setelah buku jadi, banyak penulis baru mikirin "mau dijual ke mana?" Idealnya ini sudah dipikirkan dari awal supaya format dan ukuran buku disesuaikan dengan kanal distribusi yang dituju.
Kesimpulan: kesalahan-kesalahan ini sebenarnya mudah dihindari dengan perencanaan yang matang sejak awal, dan tim editorial yang bisa diajak diskusi di setiap tahap.